The Battle of The Beams

Awal dari operasi spionase yang melibatkan media komunikasi dan sistem elektronik.

The Battle of The Beams oleh Explobility

01

Pada masa Perang Dunia ke-2, pasukan udara Jerman dibuat bingung oleh pasukan Sekutu Amerika Serikat dan Inggris Raya selama bertahun-tahun.

02

Pesawat pengebom Jerman kala itu mengudara dari benua Eropa menuju Inggris dengan mengikuti sinyal radio yang ditransmisikan dari base atau pangkalan mereka. Pilot Jerman akan mengetahui ketika mereka telah berada di titik lokasi target berdasarkan informasi yang diterima dari pangkalan mereka melalui frekuensi radio.

03

Penggunaan sistem area sinyal frekuensi atau beam oleh Jerman bertujuan untuk mengetahui lokasi target bom akan dijatuhkan meskipun pada tingkat visibilitas yang rendah seperti pada malam hari, juga sebagai patokan pilot untuk kembali ke pangkalan.

04

Peneliti dari pasukan Inggris kemudian menemukan cara untuk mengetahui koordinat frekuensi radio yang digunakan oleh pesawat pengebom Jerman.

05

Sinyal radio dengan frekuensi yang sama juga dipancarkan oleh pasukan Inggris, sehingga pada koordinat area tertentu beam akan berada pada jalur yang sama.

06

Pada saat pesawat Jerman melewati area singgungan, operator pasukan Inggris memberikan instruksi lewat frekuensi radio yang diterima oleh pesawat Jerman untuk menuju ke koordinat palsu yang ditentukan mereka.

07

Akibatnya pasukan Jerman menjatuhkan persenjataannya di lokasi yang dipilih oleh pasukan Inggris. Beberapa bahkan diarahkan untuk mendarat di pangkalan udara Inggris.